
Angka di judul mungkin terdengar muluk bagi sebagian orang. Namun, bagi mereka yang bekerja di industri tertentu—misal travel, outdoor advertising & property nilai tersebut tergolong wajar. Dalam satu layanan/produk, nilainya bisa dimulai dari 1 jutaan, puluhan, hingga ratusan juta rupiah. Maka, ketika beberapa pesanan terakumulasi, bahkan total nilai Rp1 miliar bukanlah sesuatu yang mustahil.
Tapi yang jadi pertanyaan, bagaimana cara saya mendatangkan klien-kliennya?
Melalui artikel ini, saya ingin berbagi mengenai bagaimana SEO sebenarnya bisa berperan langsung dalam mendatangkan peluang penjualan.
Semoga bermanfaat 🙂
Di luar sana, ada banyak orang yang sedang membutuhkan berbagai layanan. Mulai dari kebutuhan yang sederhana, hingga kebutuhan yang bernilai besar dan bersifat proyek jangka panjang.
Masalahnya, sebagian dari mereka:
Dalam kondisi seperti ini, salah satu opsi logis yang mereka lakukan adalah membuka Google.
Mereka mengetik dan mencari hal-hal seperti:
Mereka mencari apa yang mereka butuhkan.
Di titik inilah sebenarnya peluang itu muncul.
Sebagai digital marketer atau owner bisnis, di sini kita harus peka. Karena permintaan sudah ada. Orangnya sudah siap. Masalahnya tinggal satu: apakah bisnis kita bisa ditemukan atau tidak?
Dalam konteks ini, SEO lah yang menangkap permintaan pasar yang sudah nyata ada.
Kita tidak sedang memaksa orang untuk membeli, Kita hanya berusaha hadir ketika mereka memang sedang butuh.
Kalau kita tidak muncul (ketika orang mencari), maka:
Peluang itu jatuh ke kompetitor, bukan karena mereka lebih jago, tapi karena mereka lebih dulu ditemukan.
Ketika seseorang akhirnya menemukan kita dari Google. Dari pengalaman saya, banyak calon klien yang menghubungi bukan lagi untuk bertanya “kamu bisa apa?”, tapi langsung masuk ke:
“Kami ada kebutuhan seperti ini, bisa dibantu?”
Artinya, mereka sudah merasa relevan dengan kita sebelum mereka menghubungi kita.
Jadi kalau hari ini ada orang yang sedang mengetik di Google mencari layanan yang sebenarnya bisa kita kerjakan —pertanyaannya tinggal satu:
Apakah mereka menemukan kita, atau menemukan kompetitor?
Mungkin kamu tertarik baca ini juga: Kalau Jago Marketing, Kenapa Nggak Buka Bisnis Sendiri Aja?