“Tapi Mas, Saya Tidak Memiliki Skill Apa Pun…”
Mungkin kita harus mengulik lagi, apa benar tidak ada skill apa pun yang kita miliki? Atau sebenarnya kita hanya merasa kurang percaya diri dengan skill yang sudah ada?
Banyak orang yang berpikir bahwa mereka tidak memiliki keahlian apa pun, padahal tanpa sadar, mereka sebenarnya sudah memiliki modal awal untuk terjun.
Bisa jadi kita sering dalam mengerjakan tugas kuliah (menulis), senang mengutak-atik desain di Canva, atau terbiasa mengelola akun media sosial pribadi dengan cukup baik. Semua itu adalah skill! Hanya saja, mungkin selama ini kita tidak menyadarinya karena belum melihatnya sebagai sesuatu yang bernilai atau bisa dikembangkan lebih jauh.
Namun, mari kita ambil kemungkinan terburuknya: “Memang tidak ada skill sama sekali.”
Kalau begitu, berarti kita wajib belajar! Tidak ada jalan lain.
Kabar baiknya, di era digital seperti sekarang, belajar itu jauh lebih mudah dibandingkan dulu. Ilmu tersedia di mana-mana, bertebaran di internet dalam berbagai format: artikel, video, podcast, e-book, webinar, hingga kursus online berbayar maupun gratis. Tinggal bagaimana kita menemukannya, menyaring informasi yang benar-benar berkualitas, dan tentu saja konsisten dalam belajar serta mempraktikkannya.

Namun, jika berbicara soal cara belajar yang lebih efektif, terarah, dan efisien, saya pribadi lebih menyarankan untuk mengikuti e-course atau kursus online. Bukan tanpa alasan, karena pada praktiknya, e-course menawarkan sistem belajar yang jauh lebih terstruktur dibandingkan belajar secara acak dari internet.
Namun, bukan berarti belajar secara otodidak dari internet itu tidak bagus. Sama sekali tidak. Banyak orang sukses yang memulai dari belajar mandiri melalui YouTube, blog, forum, dan berbagai kanal gratis lainnya. Jika memang kita nyaman dengan metode ini, itu sah-sah saja.
Hanya saja, belajar otodidak memiliki beberapa tantangan yang perlu disadari sejak awal.
Karena itulah, jika memiliki kesempatan dan kemampuan finansial, mengikuti e-course bisa menjadi jalan pintas yang lebih aman dan terarah untuk membangun skill. Ia mempercepat proses belajar, meminimalkan trial and error yang tidak perlu, serta membuka akses ke pengalaman, komunitas, dan mindset profesional sejak awal.