OPENING | Bismillahirrahmaanirrahiim

Bismillahirrahmaanirrahiim

Hai, terima kasih banyak ya, sudah mengunjungi karya saya ini. Kepercayaan kalian adalah hal yang sangat saya hargai, dan saya benar-benar berharap web-book ini bisa memberi banyak manfaat untuk para pembaca.

Sebelum kita masuk ke pembahasan inti, saya ingin menyampaikan sedikit disclaimer.

Sebenarnya, saya cukup pede untuk bilang: “Kalau mengikuti panduan dan langkah-langkah yang ada di web-book ini, insyaAllah bisa mulai menghasilkan dari dunia freelance.” Tapi… saya juga sadar, bahwa rezeki setiap orang sudah ada yang atur dan dengan jalurnya yang berbeda-beda.

Mungkin saja, setelah membaca web-bookini dan mencoba terjun langsung, akan menemukan jalan rezeki yang selama ini dicari-cari. Tapi bisa juga sebaliknya, meskipun sudah berusaha, ternyata jalan rezeki bukan di sini. Wallahu a’lam — hanya Allah yang Tahu.

Dan satu hal lagi. Meskipun saya bilang “setiap rezeki sudah ada yang atur,” bukan berarti kita lantas pasrah begitu saja.

Lalu bagaimana?

Sedikit cerita, saya suka menyebutnya sebagai “keberuntungan.” Mungkin ini juga berkaitan erat dengan rezeki yang memang sudah ditakar untuk kita.

Misalnya saat orang berkata, “Ah, rezeki gue memang segini,” atau “Dia mah beruntung.” Mirip, kan?

Banyak orang mengira keberuntungan datang secara tiba-tiba, tanpa sebab. Padahal sebenarnya, keberuntungan tidak akan datang kalau kita tidak bergerak untuk memulainya, dan berusaha untuk menggapainya.

Contohnya begini: ada orang jualan air mineral. Suatu hari dia mendapat pesanan besar—1000 botol. Itu keberuntungan sekaligus rezeki, bukan? Tapi coba bayangkan kalau dia saja tidak pernah memulai untuk jualan. Apakah pesanan itu akan datang?

Kadang saya membayangkan malaikat pun mungkin sampai gemas melihat manusia yang punya segala potensi, punya kesempatan di depan mata, tapi malah diam diri. Lalu tiba-tiba merengek, “Mana jatah rezekiku?”

Pelajari dan mulai saja dulu. Yang penting, jangan pernah menjadikan pencapaian orang lain sebagai standar keberhasilan kita. Ingat pepatah lama: “Rumput tetangga selalu terlihat lebih hijau.” Kita sering lupa bahwa kita tidak tahu di mana garis start mereka, berapa kali mereka jatuh, atau pengorbanan apa yang sudah mereka lalui. Fokus saja pada tujuan kita masing-masing. Jangan terlalu sering menoleh ke kiri dan ke kanan.

Akhir kata, saya berharap karya ini bisa menjadi panduan, yang tidak hanya menginspirasi tapi juga membimbing langkah demi langkah. Untuk pembaca yang ingin menjadikan freelance sebagai penghasilan tambahan, bahkan mungkin sumber penghasilan utama—semoga ini bisa jadi awal perjalanan yang baik.

Dan semoga, sebagian rezeki kalian memang ada di jalan ini, dan saya bisa menjadi perantara yang membantu untuk menemukannya. Aamiin yaa Rabbal ‘aalamiin.

Sebelum mulai membaca e-book ini, izinkan saya menyampaikan beberapa catatan penting.

  • Seluruh informasi yang disajikan bersifat subjektif, berdasarkan pengalaman dan pemahaman pribadi penulis. Kondisi di dunia freelance nyata bisa saja sama atau berbeda tergantung situasi dan pengalaman masing-masing individu.
  • Apabila memiliki kritik atau saran terkait e-book ini, silakan hubungi saya melalui WhatsApp di nomor 081230957553.

Terima kasih telah menghargai karya, selamat membaca.

Salam hangat,
Abdul Rahman Tsani
08 Juni 2025

You might also like
Chat WhatsApp
WhatsApp